A. BENTUK
GEOMETRI MOLEKUL
Bentuk molekul adalah susunan atom-atom di dalam molekul dalam
bentuk tiga dimensi. Siapa sangka jika bentuk molekul inilah yang menyebabkan
perbedaan sifat fisis dan kimia suatu senyawa, misalnya titik leleh maupun
titik didih air berbeda dengan metana, kerapatan amonia berbeda dengan metana,
dan sebagainya. Lalu, bagaimana bentuk molekul suatu senyawa?
1. Bentuk molekul berdasarkan teori domain
elektron
Pada molekul sederhana, jika atom pusatnya memuat dua sampai enam
pasangan elektron, maka bentuk molekulnya dapat diramalkan menggunakan teori
VSEPR (Vallence Shell Electron Pair
Repulsion) atau dikenal dengan istilah tolakan pasangan elektron di
kulit terluar (teori domain elektron). Untuk menentukan bentuk molekul
berdasarkan teori domain elektron ini, harus mengetahui jumlah pasangan
elektron ikatan (PEI) dan pasangan elektron bebas (PEB). PEI adalah pasangan
elektron yang digunakan untuk berikatan dengan atom lain, sedangkan PEB adalah
pasangan elektron yang tidak digunakan untuk berikatan.
Adapun
urutan gaya tolak-menolak antarpasangan elektron adalah sebagai berikut.
PEB
– PEB > PEB – PEI > PEI – PEI
Bentuk
molekul akibat adanya PEI dan PEB:
Adapun langkah-langkah untuk meramalkan bentuk molekul adalah sebagai berikut.
- Menentukan jumlah
elektron valensi atom pusat.
- Menentukan jumlah
elektron dari atom lain yang digunakan dalam ikatan.
- Menentukan jumlah PEI
dan PEB.
- Menentukan bentuk
molekul.
a. Senyawa BeCl2
b. Senyawa BCl3
c. Senyawa CCl4
d. Senyawa NH3
e. Senyawa H2O
f. Senyawa PCl5
g. Senyawa SF6
h. Senyawa CO2
2. Bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi
Hibridisasi
merupakan proses bergabungnya orbital atom pusat dengan orbital atom lainnya
sehingga terbentuk orbital hibrida. Orbital hibrida terdiri dari:
·
orbital hibrida sp yang berbentuk linear,
·
orbital hibrida sp2 yang
berbentuk segitiga datar,
·
orbital hibrida sp3 yang
berbentuk tetrahedral,
·
orbital hibrida sp3d yang berbentuk segitiga bipiramida, dan
·
orbital hibrida sp3d2 yang berbentuk oktahedral.
Adapun
langkah-langkahnya menentukan hibridisasi sebagai berikut.
·
Menggambarkan diagram elektron valensi atom pusat pada keadaan
dasar.
·
Menggambarkan kembali diagram orbital namun dalam keadaan
tereksitasi sehingga bisa berpasangan dengan elektron dari atom lainnya.
·
Menentukan orbital hibrida (orbital baru) dengan melihat
orbital-orbital yang terlibat.
Contoh:
a. BeCl2
Gambar
orbital di atas menunjukkan bahwa orbital yang terlibat adalah orbital s dan p,
sehingga jenis hibridisasinya adalah hibridisasi sp.
b. SF6
Gambar orbital di atas menunjukkan bahwa orbital yang terlibat adalah orbital s, tiga orbital p, dan dua orbital d, sehingga jenis hibridisasinya adalah hibridisasi sp3d2.
Sumber
https://www.quipper.com/id/blog/mapel/kimia/bentuk-molekul-kimia-kelas-10/
https://nfath97.wordpress.com/2013/04/06/kimia-kelas-x-ikatan-kimia/











Komentar
Posting Komentar