BEBERAPA PENERAPAN SENYAWA TURUNAN ALKANA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

ALKOHOL
















Alkohol adalah hal yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu kegunaan alkohol yang sudah kita ketahui adalah pada bidang kesehatan, di mana alkohol sering digunakan sebagai sebuah disinfektan. Alkohol sendiri merupakan sebuah istilah yang umum, untuk senyawa organik apapun yang mempunyai gugus hidroksil yang terikat pada atom karbon, alkohol sendiri terikat pada atom hidrogen maupun karbon lainnya.
Alkohol dengan satu gugus –OH disebut dengan monoalkohol, sedangkan yang memiliki lebih dari satu gugus –OH disebut dengan polialkohol. Alkanol merupakan monoalkohol turunan alkana. Rumus umum dari alkohol adalah
CnH2n+1OH atau ditulis R-OH.

Ada banyak hal disekitar kita yang memanfaatkan alkohol, kegunaan alkohol yang serbaguna menjadi alasan dari hal ini. Lalu apa saja kegunaan alkohol yang ada di sekitar kita?

Kegunaan Alkohol
Alkohol sering dimanfaatkan untuk berbagai hal, mulai dari bidang farmasi, otomotif, bahkan makanan dan juga minuman. Alkohol memiliki banyak fungsi tergantung dari kelasnya, yang tentu saja memiliki kegunaan yang berbeda. Beberapa akan kita bahas, seperti:

Etanol
Alkohol sering digunakan untuk menyebut etanol atau grain alcohol, dan kadang untuk minuman yang mengandung alkohol. Etanol sering digunakan sebagai bahan dasar untuk minuman beralkohol seperti wine atau bir. Karena etanol bisa diproduksi dari fermentasi buah dan gandum yang dicampur ragi, namun hal ini tidak akan menghasilkan alkohol dengan konsentrasi yang tinggi. Mikroorganisme yang memiliki peran untuk proses fermentasi tidak akan bisa bertahan hidup pada alkohol dengan konsentrasi di atas 15%. Etanol adalah zat cair yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari
Etanol juga sering digunakan untuk pelarut organik, dan juga bahan baku dasar dalam industri pewarna, kosmetik, bahan bakar, dan obat sintesis. Walaupun alkohol jenis etanol ini digunakan sebagai bahan untuk minuman, bukan berarti tidak berbahaya untuk tubuh manusia. Salah satu dampak dari konsumsi alkohol ini adalah sistem kerja alkohol yang bisa menimbulkan kecanduan.


Metanol
Metanol atau nama lainnya seperti wood alcohol atau spiritus adalah bentuk alkohol yang paling sederhana. Di “keadaan atmosfer”, metanol akan berbentuk cairan yang ringan, gampang menguap, tidak berwarna, sangat mudah terbakar, dan beracun serta memiliki bau yang khas (bau nya lebih ringan daripada etanol). Alkohol jenis metanol sering digunakan sebagai pelarut, bahan bakar dan sebagai bahan tambahan untuk produksi etanol industri.
Salah satu contoh penggunaan metanol sebagai bahan bakar adalah pada balapan Formula 1, mobil-mobil F1 yang dijuluki sebagai “jet darat” menggunakan metanol sebagai bahan bakar mereka karena angka “oktan” yang tinggi.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, jenis alkohol ini sangatlah beracun, salah satu hal buruk yang bisa disebabkan oleh metanol adalah kebutaan.

Alkohol Etilen Glikol
Etilen glikol adalah polialkohol dengan dua gugus -OH dengan nama alkanadiol. Rumus kimia nya adalah 1,2-etanadiol. Ciri-ciri dari Etilen glikol adalah, merupakan zat cair tidak berwarna, larut dalam air, memiliki rasa manis, titik didih 198° C dan bersifat racun. Glikol bisa membeku pada suhu rendah yaitu pada suhu -11,5° C, hal ini lah yang menjadi alasan dari penggunaan etilen glikol sebagai bahan antibeku pada radiator mobil. Etilen glikol bisa digunakan sebagai pelarut cat, bahan pelembut, bahan dasar industri serat sintetis.

Alkohol Gliserol
Sering juga disebut sebagai gliserin, zat cair yang kental, memiliki titik leleh 18° C dan titik didih 290° C, memiliki sifat higroskopis, dan manis. Gliserol sering dijumpai sebagai hasil sampingan dalam pembuatan sabun. Beberapa kegunaan nya adalah sebagai pelarut untuk obat, pelumas dan juga sebagai bagian dari pembuatan kosmetik


 

ESTER

Ester merupakan salah satu gugus fungsi dari golongan senyawa karbon. Ester adalah senyawa dengan gugus fungsi – COO – dengan struktur R – COO – R’ (dimana R menyatakan suatu rantai karbon atau atom H, sedangkan R’ merupakan rantai karbon). Ester merupakan senyawa turunan dari alkana silat yaitu alkanoat. Ester mempunyai rumus umum Cn H2n O2. Ester berbau harum dan banyak terdapat pada buah-buahan dan bunga. Berikut ini adalah beberapa jenis ester alamiah yang terdapat pada buah-buahan, bunga, dan parfum, yaitu :

 
1. Jeruk 
 







Ester yang terdapat pada buah jeruk adalah Etil butirat.



  














2. Pir
 









Ester yang terdapat dalam buah pir adalah propil asetat.










3. Nanas
 











Ester yang terdapat dalam buah nanas adalah etil butirat.

 




4. Mangga
 










Ester yang terdapat dalam buah mangga adalah propil butanoat.


 



5. Apel
 










Ester yang terdapat dalam buah apel adalah etil pentanoat.


 




6. Pisang
 













Ester yang terdapat dalam buah pisang adalah etil butirat.


 




7. bunga lavender
 















Ester yang terdapat dalam bunga lavender adalah linalil asetat.




 







8. Bunga mawar
 










Ester yang terdapat dalam bunga mawar adalah metil pentanoat.


 
  


9. Bunga melati
 











Ester yang terdapat dalam bunga melati adalah benzil asetat.


 









10. Parfume pucelle splash cologne oriental
 














Ester yang terdapat dalam parfume pucelle splash cologne oriental berasal dari kandungan fruity yang terdapat dalam parfum ini adalah isopropil asetat.



 





ETER

Eter yang terpenting adalah dietil eter yang dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam perdagangan disebut eter.
a. Sebagai pelarut
 















b. Obat bius (anestesi) pada operasi.Dietil eter adalah obat bius yang diberikan melalui pernapasan, seperti halnya kloroform atau siklopropana.
 










c. Metil ters-butil eter (MTBE) digunakan sebagai aditif bensin, yaitu untuk menaikan nilai oktan.


 










Dampak Penggunaan Eter

Dampak Terhadap Tubuh
Keberadaan dietil eter ini selain berdampak pada lingkungan juga dapat memberikan dampak pada tubuh dan mempengaruhi kesehatan.Adapun kontaminasi senyawa ini dengan tubuh dapat melalui beberapa cara, yaitu sebagai berikut:

1. Pernafasan
Iritasi. Pembiusan umum dari penghirupan dapat terjadi. Terekspos secara terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan pernafasan atau kematian. Gejala awal termasuk iritasi hidung dan tenggorokan, muntah-muntah, nafas tak teratur, diikuti pusing-pusing, ngantuk dan tidak sadar.

2. Makanan
Iritasi pada kulit dinding kerongkongan. Penelanan 1 atau 2 ons dapat berakibat fatal. Karena zat ini tidak stabil, perut menjadi mengembang, dan mungkin akan menyebabkan gas. Gejala lain adalah muntah-muntah, tidak sadar dan koma.

3. Sentuhan dengan kulit
Iritasi pada kulit dan kulit-kulit kerongkongan karena mengering. Dapat menyebabkan dermatitis apabila terekspos dalam jangka waktu lama. Dapat diserap melalui kulit.

4. Bersentuhan dengan mata
Akan menyebabkan iritasi, mata merah dan kesakitan. Terekspos uap dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan pada mata.

5. Terekspos Kronis
Terekspos secara berkali-kali dapat menyebabkan kebiasaan. Terekspos dalam waktu yang lama dapat menyebabkan sakit kepala, ngantuk, resah, dan gangguan psikis. Efek teratogenik mungkin muncul.

6. Kondisi yang bertambah parah
Orang-orang yang sudah memiliki gangguan kulit, gangguan mata atau ginjal, hati atau fungsi pernafasan yang tidak bekerja dengan baik akan lebih mungkin terkena dampak zat ini. Konsumsi minuman beralkohol dapat menyebabkan bertambahnya dampak zat ini. Untuk menghindari kontak secara langsung dengan tubuh,ketika berinteraksi dengan bahan-bahan kimia berbahaya dapat diantisipasi dengan melengkapi diri dengan:

a. Pakaian
Hindari sentuhan ke kulit oleh vinil etil eter. Gunakan sarung tangan dan pakaian pelindung. Penyalur/produsen dapat memberikan rekomendasi mengenai bahan terbaik untuk sarung tangan/pakaian pelindung untuk aktivitas Anda. 
Semua bagian pakaian pelindung (baju, sarung tangan, alas kaki, penutup kepala) harus bersih, tersedia tiap hari, dan dipakai sebelum bekerja.

b. Perlindungan Mata
Pakailah goggle yang tahan banting, tahan air dan berventilasi tidak langsung ketika bekerja dengan cairan.
Pakailah pelindung muka bersama dengan goggle saat bekerja dengan zat yang korosif, menyebabkan iritasi ataupun berbahaya.

c. Perlindungan Pernafasan
Bila terdapat kemungkinan terekspos secara berlebih, gunakanlah respirator dengan pasokan udara dengan topeng yang menutupi muka yang disetujui MSHA/NIOSH, yang dioperasikan dalam moda menarik tekanan atau tekanan positif, di area berpotensial terekspos tinggi. Untuk perlindungan lebih, gunakan dengan peralatan bernafas independen yang dioperasikan dalam moda menarik tekanan atau tekanan positif.



Komentar