A. HAKIKAT ILMU KIMIA
Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari tentang
materi dan perubahannya. Sehingga hakikat ilmu kimia adalah benda
dapat mengalami perubahan bentuk maupun susunan partikelnya menjadi bentuk lain
yang berbeda dengan bentuk dan susunan partikel asalnya.
Agar lebih paham lagi, berikut adalah uraiannya :
1.
Materi
Materi adalah segala sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang. Materi ada yang bisa dilihat dan diraba, namun ada juga yang tidak telihat namun bisa dirasakan misalnya udara. Cahaya tidak termasuk materi karena tidak mempunyai dan tidak menempati ruang. Materi dibagi menjadi tiga, yaitu unsur, senyawa, dan campuran. Unsur dan zat senyawa adalah zat murni, sedangkan campuran adalah kumpulan zat-zat murni yang berbeda-jenis.
a.
Unsur
Unsur adalah zat tunggal yang paling sederhana. Satu unsur hanya terdiri dari
satu jenis atom. Oleh karena itu unsur merupakan zat murni yang tidak dapat
dibagi lagi menjadi dua atau lebih zat murni yang lebih sederhana melalui
proses kimia maupun fisika. Sebagai contoh, unsur besi tersusun atas atom-atom
besi dan tidak dapat dibagi lagi menjadi atom lain yang lebih sederhana. Unsur
dikelopokkan mejadi tiga jenis:
Unsur Logam
Unsur logam memiliki
beberapa sifat khusus, yaitu berwujud padat, berwarna putih
mengkilap/keperakan/abu-abu/kuning, penghantar listrik yang baik, mempunyai
titik didih atau titik leleh yang tinggi, serta dapat dibentuk menjadi
lempengan atau lembaran. Contoh unsur logam antara lain
aluminium (Al), barium (Ba), besi (Fe), emas (Au), kalium (K), kalsium (Ca),
perak (Ag), kromium (Cr), magnesium (Mg), mangan (Mn), natrium (Na), dan nikel
(Ni).
Unsur Semilogam
Unsur semilogam disebut
juga dengan istilah metaloid karena dapat bersifat layaknya unsur logam maupun
nonlogam. Umumnya, unsur ini bersifat semikonduktor. Jadi, saat suhu rendah,
unsur ini tidak dapat menghantarkan listrik dengan baik (isolator), sedangkan
saat suhu tinggi, unsur ini dapat menghantarkan listrik dengan baik
(konduktor). Unsur semilogam berwujud padat, namun teksturnya lebih rapuh
dibandingkan unsur logam serta berwarna abu-abu mengkilap atau keperakan. Contohnya,
boron (B), silikon (Si), germanium (Ge), arsen (As), antimon (Sb), tellurium
(Te), dan polonium (Po).
Unsur Nonlogam
Unsur nonlogam memiliki
beberapa sifat khusus, yaitu berwujud padat, cair, dan gas pada suhu ruangan.
Umumnya, berwarna tidak mengkilap, bukan penghantar listrik dan panas yang
baik, mempunyai titik didih atau titik leleh yang rendah, serta tidak dapat
dibentuk, direntangkan, atau ditarik. Contoh unsur nonlogam berbentuk padat di
antaranya belerang (S), fosforus (P), karbon (C), silikon (Si), dan iodin (I).
Sementara itu, unsur nonlogam berbentuk gas antara lain fluorin
(F), helium (He), hidrogen (H), klorin (Cl), nitrogen (N), oksigen (O), dan
neon (Ne). Bromin (Br) merupakan unsur nonlogam berbentuk cair.
b.
Senyawa
Senyawa adalah zat tunggal yang terbentuk dari dua unsur atau lebih melalui reaksi
kimia dengan perbandingan tetap. Contohnya yaitu air (H2O), air terbentuk dari
reaksi antara gas hidrogen dan gas oksigen melalui reaksi pembentukan.
Senyawa air (sumber:
shutterstock.com)
Atom
Atom merupakan partikel terkecil dari suatu unsur yang masih memiliki
sifat-sifat yang sama dengan unsur tersebut. Jika sebatang emas dibagi dua maka
tiap potongan masih memiliki sifat-sifat emas, bila potongan tersebut dibagi
dan dibagi lagi, maka pada akhirnya diperoleh partikel terkecil yang masih
memiliki sifat-sifat emas. Partikel terkecil itulah yang disebut dengan
atom-atom emas.
Molekul
Teori atom Dalton menyatakan bahwa senyawa terdiri atas dua jenis atom atau lebih.
Bagian terkecil dari suatu senyawa yang bersifat netral disebut molekul. Jadi
molekul adalah spesi (butiran) netral yang terdiri atas dua jenis atau lebih
atom. Gabungan atom-atom sejenis membentuk molekul unsur. Contohnya, hidrogen
(H2), oksigen (O2), klorin (Cl2), fosfor (P4), dan lain-lain. Gabungan
atom-atom berbeda jenis yang terjadi melalui reaksi kimia membentuk molekul
senyawa. Contohnya, molekul metana (CH4) terdiri atas satu atom C dan empat
atom H.
Ion
Ion merupakan
atom atau gugus atom yang memiliki muatan listrik. Senyawa yang terdiri ats
ion-ion disebut senyawa ion, sedangkan senyawa terdiri atas molekul disebut
senyawa molekul. Suatu senyawa ion terdiri atas suatu ion positif (kation) dan
suatu ion negatif (anion).
Beberapa contoh dari senyawa ion seperti :
- Natrium klorida (NaCl), yang terdiri atas ion natrium positif (Na+) dan ion klorida negatif (Cl-)
- Natrium hidroksida (NaOH), yang terdiri atas ion natrium positif (Na+) dan ion hidroksida negatif (OH-)
c.
Campuran
Campuran adalah gabungan dua zat atau lebih yang sifat-sifat zat penyusunnya tidak
berubah. Misalnya, campuran antara garam dan air di mana sifat asin dan garam
masih terasa. Campuran dikelompokkan menjadi dua, yaitu campuran homogen dan
campuran heterogen.
Campuran homogen
Campuran homogen (larutan), tersusun atas
kelompok zat terlarut dan pelarut. Dalam campuran homogen, pelarut dan zat
terlarut bercampur secara merata membentuk satu fase. Sebagai contoh, larutan gula
yang terdiri dari partikel-partikel gula dan air. Saat kamu
mencampurkan kedua zat tersebut, air dan gula bercampur menjadi cairan tak berwarna.
Akibatnya, kamu tidak bisa membedakan mana zat yang merupakan air dan gula.
Tapi, sifat dari masing-masing zat itu masih tetap terlihat, yaitu sifat cair
dari air dan sifat manis dari gula.

(sumber:
beritagar.id)
Campuran heterogen
Campuran heterogen adalah campuran dengan
komposisi zat-zat penyusun yang tidak seragam. Dalam campuran heterogen,
terlihat adanya pemisah atau lapisan pembatas antarkomponen penyusun campuran
yang berbeda, dua fase. Sebagai contoh, campuran pasir dan air. Pastikel pasir
dan air terlihat terpisah secara jelas.

2.
Wujud
Materi (padat, cair, dan gas)
Segala
sesuatu yang kamu lihat di sekitarmu terbuat dari materi dan semua materi di
sekitarmu berwujud zat cair, padat atau gas. Materi bisa berubah dari satu
wujud ke wujud lainnya, misal saat es krim yang padat meleleh dan menjadi cair.
Sifat-sifat
dari ketiga materi tersebut antara lain :

3.
Perubahan
Materi
Setiap
materi akan mengalami perubahan. Perubahan materi meliputi:
Perubahan fisika, yaitu perubahan materi yang tidak menghasilkan zat baru.
Misalnya; lilin dipanaskan, batu es mencair, besi meleleh, dan lain-lain.
Pada umumnya perubahan fisika hanya mengalami perubahan wujud dan yang disertai
dengan perubahan energi. Perubahan fisika terjadi karena materi memiliki sifat
fisika.
Perubahan kimia, yaitu perubahan materi yang menghasilkan zat baru.
Misalnya; besi berkarat, kayu terbakar, buah menjadi busuk, dan lain-lain. Dalam
perubahan kimia tidak hanya mengalami perubahan wujud, juga mengalami perubahan
zat tetapi tidak mengalami perubahan massa. Perubahan kimia terjadi karena
materi mempunyai sifat-sfat kimia. Perubahan kimia disebut juga reaksi kimia.
Reaksi kimia yang terjadi pada suatu zat dapat diketahui berdasarkan tanda-tanda/gejala-gejala yang menyertai reaksi tersebut. Gejala- gejala atau tanda-tanda yang menyertai reaksi kimia adalah sebagai berikut:
- Terjadi perubahan warna, misalnya; buah menjadi masak, besi berkarat, roti menjadi gosong, dan lain-lain.
- Terjadi perubahan suhu, misalnya; singkong menjadi tape, kedelai menjadi tempe, karbid disiram air, dan lain-lain.
- Terbentuk gas, misalnya; kertas dibakar, kompor menyala, karbid disiram air, sampah membusuk, dan lain-lain.
- Terbentuk endapan, misalnya; susu menjadi basi, minyak menjadi tengik, batu kapur disiram air, dan lain-lain.
B.
PERAN ILMU KIMIA DALAM KEHIDUPAN
Bidang
kedokteran

Dalam bidang kedokteran,
ilmu kimia diperlukan untuk mendukung proses diagnosis dan penyembuhan, seperti
uji kesehatan laboratorium, proses dialisis atau cuci darah, serta pembuatan
materi sintesis pengganti tulang dan gigi.
Bidang
Pertanian

Pertanian pada zaman dahulu
hanya mengandalkan sistem tradisional, baik dalam mengolah tanahnya sampai pada
memanen tanaman. Banyak peranan ilmu kimia dalam bidang pertanian yaitu
pembuatan berbagai pupuk dan pestisida. Pupuk digunakan oleh petani untuk
memberi nutrisi pada tanaman dan meningkatkan kesuburan tanah. Adapun pestisida
diperlukan untuk menanggulangi hama dan penyakit pada tanaman. Kedua produk itu
digunakan untuk meningkatkan produksi pangan.
Bidang
Geologi

Ilmu kimia dalam bidang
Geologi diperlukan untuk meneliti jenis dan komposisi materi dalam batuan dan
mineral. Peran ilmu kimia di bidang geologi adalah mempermudah para geolog
dalam mempelajari kandungan material bumi seperti logam ataupun minyak bumi
dengan beragam sifat kimia dari berbagai material bumi dan teknik analisisnya.
Bidang
Biologi
Biologi adalah ilmu yang
membidangi khusus dalam mempelajari tentang makhluk hidup ( tumbuhan dan
hewan). Dalam bidang biologi, ilmu kimia digunakan untuk mengembangkan konsep
dasar pada kebanyakan proses yang terjadi pada makhluk hidup meliputi
pencernaan makanan, pernapasan, fermentasi, metabolisme,fotosintesis dan
lain-lain. Untuk mempelajarinya, diperlukan pengetahuan yang mendalami struktur
dan sifat senyawa yang ada, seperti karbohidrat, vitamin, protein, enzim, asam
nukleat, lemak dan lain-lain.
Bidang
Industri
Mesin-mesin
yang digunakan di industri harus disesuaikan dengan sifat bahan baku yang
digunakan. Berbagai produk industri seperti semen, cat, obat, kayu, dan plastik
dihasilkan melalui riset yang memerlukan pengetahuan ilmu kimia.
Bidang
Hukum

Bidang hukum secara langsung
memang tidak mempunyai hubungan dengan ilmu kimia, tapi manfaat ilmu kimia
dalam bidang hukum ini dapat dirasakan ketika diberlakukannya pemeriksaan
peralatan bukti kriminalitas. Bagian tubuh tersangka dapat diperiksa dengan
memeriksa struktur DNA-nya karena struktur DNA dari setiap orang berbeda-beda.
Pemeriksaan ini melibatkan ilmu kimia.
Bidang Farmasi

Dalam bidang farmasi,
berbagai jenis obat-obatan dibuat dengan bahan-bahan yang memiliki kandungan
senyawa kimia yang berkhasiat secara medis. Obat-obatan tersebut diproduksi
setelah melalui berbagai penelitian terhadap reaksi-reaksi kimia dari senyawa
yang dikandung oleh obat-obatan tersebut.
Sumber:
https://penerbitbukudeepublish.com/hakikat-ilmu-kimia/
http://sitirisnayah.blogspot.com/2013/06/tiga-wujud-materi-padat-cair-dan-gas.html
http://blog.unnes.ac.id/wachrodin/2016/05/25/materi-wujud-materi-dan-perubahan-mater/
https://dwiveliaaftikasari.wordpress.com/peran-kimia-dalam-kehidupan/


Komentar
Posting Komentar