A. IKATAN ION
Ikatan
ion adalah ikatan kimia yang terbentuk dari gaya tarik elektrostatik antara ion
positif (melepaskan elektron) dan ion negatif (menerima elektron) membentuk
senyawa ion padat.
Contoh
pembentukan ikatan ion
Ikatan ion pada NaCl
Atom Na memberikan 1 elektronnya pada atom Cl, sehingga Na bermuatan positif dan Cl bermuatan negatif. Keduanya telah
memenuhi kaidah oktet.
Ikatan ion pada MgO
Atom Mg memberikan
2 elektronnya pada atom O, sehingga Mg
bermuatan positif 2 dan O bermuatan negatif 2. Keduanya telah memenuhi kaidah
oktet.
B. IKATAN KOVALEN
Ikatan kovalen adalah ikatan antara dua atom yang terjadi melalui
penggunaan bersama pasangan elektron ikatan.
Contoh
pembentukan ikatan kovalen
Ikatan kovalen
tunggal (ikatan kovalen pada H2)
Ikatan dengan sepasang elektron milik bersama disebut ikatan tunggal.
Ikatan kovalen pada F2
Ikatan kovalen
rangkap dua
Pada ikatan kovalen
rangkap dua, ditunjukkan oleh garis rangkap dua (=), yang artinya terdapat dua
pasangan elektron ikatan, contohnya pada ikatan rangkap dua pada molekul CO2.
Ikatan kovalen
rangkap tiga
Ikatan dengan tiga pasang elektron milik bersama disebut ikatan
rangkap tiga. Misalkan ikatan rangkap tiga dalam molekul N2. Nitrogen mempunyai 5 elektron valensi, jadi harus
memasangkan 3 elektron untuk mencapai konfigurasi oktet. Pembentukan ikatannya
dapat digambarkan sebagai berikut. Lambang ikatan lewis N2 .
Ikatan Kovalen Koordinasi
Adalah ikatan yang
terbentuk dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari
salah satu atom yang berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan atom
yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan bersama.
Contoh 1: Terbentuknya
senyawa BF3-NH3
Rumus Lewis
Contoh 2: Terbentuknya senyawa NH4+
Contoh 3:
Terbentuknya senyawa SO3
16S: 2.8.6
8O: 2.6
Ikatan
Kovalen Polar
Dlm senyawa HF ini, F
mempunyai keelektronegatifan yang tinggi jika dibandingkan H.. sehingga
pasangan elektron lebih tertarik kearah F, akibatnya akan terbentuk dipol-dipol
atau terjadi pengkutuban (terbentuknya kutub antara H dan F).
Ikatan Kovalen Nonpolar
C. IKATAN
LOGAM
Ikatan
logam adalah ikatan antaratom dalam suatu unsur logam
menggunakan interaksi antar elektron valensi.
Sifat-sifat Logam
Berikut ini
beberapa sifat logam (sifat fisika) yang dapat dijelaskan melalui ikatan logam
yang ada di dalamnya :
1.
Logam Bersifat Mengkilap
Elektron yang bebas bergerak pada logam dapat menyerap
foton cahaya. sebagian elektron bergerak tersebu akan eksitasi. Eksitasi adalah
proses penyerapan energi radiasi oleh atom tanpa terjadi ionisasi. Ketika
elektron tereksitasi maka tingkat energinya akan meningkat. Ketika elektro
tereksitasi tersebut kembali ke keadaan semula akan memancarkan gelombang
tertentu (gelombang cahaya tampak) sehingga akan tampak mengkilap.
2.
Logam Bersifat Menghantarkan Listrik
Karena elektron bebas , jika elektron dari sumber luar
(listrik) didorong ke dalam kawat logam di salah satu ujung, elektron akan
bergerak melalui kawat dan keluar di ujung lain pada tingkat yang sama.
Mudahnya elektron yang bergerak merupakan sarana transportasi bagi
muatan-muatan listrik.
3.
Logam Bersifat Menghantarkan Panas
Elektron yang bergerak cepat akan menyalurkan energi
ke elektron sebelahnya, begitu seterusnya sehingga seluruh bagian logam menjadi
panas.
4.
Logam Dapat Ditempa, Dibengkokkan,
dan Ditarik
Lautan elektron bak bantal yang mudah untuk berubah
bentuk. Ikatan atom yang terjadi didalamnya tidak kaku seperti ikatan pada
beberapa senywa kovalen (mudah pecah).













Komentar
Posting Komentar