IKATAN KIMIA (PART 2)

A. IKATAN ION

Ikatan ion adalah ikatan kimia yang terbentuk dari gaya tarik elektrostatik antara ion positif (melepaskan elektron) dan ion negatif (menerima elektron) membentuk senyawa ion padat.


Contoh pembentukan ikatan ion

Ikatan ion pada NaCl

Atom Na memberikan 1 elektronnya pada atom Cl, sehingga Na bermuatan positif dan Cl bermuatan negatif. Keduanya telah memenuhi kaidah oktet.



Ikatan ion pada MgO

Atom Mg memberikan 2 elektronnya pada atom O, sehingga Mg bermuatan positif 2 dan O bermuatan negatif 2. Keduanya telah memenuhi kaidah oktet.




B.  IKATAN KOVALEN

Ikatan kovalen adalah ikatan antara dua atom yang terjadi melalui penggunaan bersama pasangan elektron ikatan.

Contoh pembentukan ikatan kovalen

Ikatan kovalen tunggal (ikatan kovalen pada H2)

Ikatan dengan sepasang elektron milik bersama disebut ikatan tunggal.



Ikatan kovalen pada F2


 








Ikatan kovalen rangkap dua

Pada ikatan kovalen rangkap dua, ditunjukkan oleh garis rangkap dua (=), yang artinya terdapat dua pasangan elektron ikatan, contohnya pada ikatan rangkap dua pada molekul CO2.


 

 

Ikatan kovalen rangkap tiga

Ikatan dengan tiga pasang elektron milik bersama disebut ikatan rangkap tiga. Misalkan ikatan rangkap tiga  dalam molekul N2. Nitrogen mempunyai 5 elektron valensi, jadi harus memasangkan 3 elektron untuk mencapai konfigurasi oktet. Pembentukan ikatannya dapat digambarkan sebagai berikut. Lambang ikatan lewis N.


 






Ikatan Kovalen Koordinasi

Adalah ikatan yang terbentuk dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah satu atom yang berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan atom yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan bersama.

Contoh 1: Terbentuknya senyawa BF3-NH3






Rumus Lewis








Contoh 2: Terbentuknya senyawa NH4+






Contoh 3:  Terbentuknya senyawa SO3
16S: 2.8.6
8O: 2.6


 

 










Ikatan Kovalen Polar

Ikatan kovalen polar adalah ikatan kovalen yang PEInya cenderung tertarik ke salah satu atom yang berikatan. Senyawa kovalen polar biasanya terjadi antara atom-atom unsur yang beda keelektronegatifannya besar, mempunyai bentuk molekul asimetris, mempunyai momen dipol. Ikatan kovalen yang terjadi antara dua atom yang berbeda disebut ikatan kovalen polarIkatan kovalen polar dapat juga terjadi antara dua atom yang sama tetapi memiliki keelektronegatifan yang berbeda.

Contoh ikatan kovalen polar:  HF




















Dlm senyawa HF ini, F mempunyai keelektronegatifan yang tinggi jika dibandingkan H.. sehingga pasangan elektron lebih tertarik kearah F, akibatnya akan terbentuk dipol-dipol atau terjadi pengkutuban (terbentuknya kutub antara H dan F).

 

Ikatan Kovalen Nonpolar

Ikatan kovalen nonpolar yaitu ikatan kovalen yang PEInya tertarik sama kuat ke arah atom-atom yang berikatan. Senyawa kovalen nonpolar terbentuk antara atom-atom unsur yang mempunyai beda keelektronegatifan nol atau mempunyai momen dipol = 0 (nol) atau mempunyai bentuk molekul simetri.


 

 






C. IKATAN LOGAM

Ikatan logam adalah ikatan antaratom dalam suatu unsur logam menggunakan interaksi antar elektron valensi.

 

Sifat-sifat Logam

Berikut ini beberapa sifat logam (sifat fisika) yang dapat dijelaskan melalui ikatan logam yang ada di dalamnya :

1.    Logam Bersifat Mengkilap

Elektron yang bebas bergerak pada logam dapat menyerap foton cahaya. sebagian elektron bergerak tersebu akan eksitasi. Eksitasi adalah proses penyerapan energi radiasi oleh atom tanpa terjadi ionisasi. Ketika elektron tereksitasi maka tingkat energinya akan meningkat. Ketika elektro tereksitasi tersebut kembali ke keadaan semula akan memancarkan gelombang tertentu (gelombang cahaya tampak) sehingga akan tampak mengkilap.

2.    Logam Bersifat Menghantarkan Listrik

Karena elektron bebas , jika elektron dari sumber luar (listrik) didorong ke dalam kawat logam di salah satu ujung, elektron akan bergerak melalui kawat dan keluar di ujung lain pada tingkat yang sama. Mudahnya elektron yang bergerak merupakan sarana transportasi bagi muatan-muatan listrik.

3.    Logam Bersifat Menghantarkan Panas

Elektron yang bergerak cepat akan menyalurkan energi ke elektron sebelahnya, begitu seterusnya sehingga seluruh bagian logam menjadi panas.

4.    Logam Dapat Ditempa, Dibengkokkan, dan Ditarik

Lautan elektron bak bantal yang mudah untuk berubah bentuk. Ikatan atom yang terjadi didalamnya tidak kaku seperti ikatan pada beberapa senywa kovalen (mudah pecah).

 


 

Komentar