MINYAK BUMI

MINYAK BUMI

                                                   

v  PENGERTIAN MINYAK BUMI

 

          Minyak bumi adalah suatu campuran kompleks yang sebagian besar terdiri atas hidrokarbon. Minyak bumi (bahasa inggris: petroleum, dari bahasa latin petrus – karang dan oleum – minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi. Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, Sebagian besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya. Proses pembentukan minyak bumi ini memakan waktu jutaan tahun.

         Sebagian besar minyak bumi terbentuk dari sisa-sisa fosil hewan kecil (plankton) yang hidup dilaut jutaan tahun yang silam. Ketika hewan tersebut mati bangkainya jatuh ke dasar laut dan terperangkap di dalam lumpur dan pasir. Selama jutaan tahun bangkai hewan tersebut akan melapuk membentuk fosil dan tertimbun di dasar laut. Fosil tersebut mengandung senyawa karbon.

v  PROSES PEMBENTUKAN MINYAK BUMI


o  Minyak bumi terbentuk dari ganggang, plankton dan biota-biota yang ada di laut

o  Setelah ganggang-ganggang ini mati, maka akan terendapkan di dasar laut,

o  Proses pengendapan batuan ini berlangsung terus menerus. Kalau saja daerah ini terus tenggelam dan terus ditumpuki oleh batuan-batuan lain diatasnya, maka batuan yang mengandung karbon ini akan terpanaskan.

o  Minyak yang dihasilkan oleh batuan induk yang termatangkan ini tentu saja berupa minyak mentah.

 

    v  KOMPOSISI MINYAK BUMI

        Minyak bumi merupakan campuran kompleks yang sebagian besar terdiri dari senyawa hidrokarbon. Hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi sebagian besar tersusun dari senyawa alkana (hidrokarbon jenuh) dan sedikit alkena, alkuna dan alkadiena (hidrokarbon tak jenuh). Berikut ini adalah tabel komposisi yang terkandung dalam minyak bumi.

Zat

Persentase

Karbon

84%

Hidrogen

14%

Sulfur

1-3%

Nitrogen

Kurang dari 1%

Oksigen

Kurang dari 1%

Logam

Kurang dari 1%

Garam

Kurang dari 1%


v  PROSES PENGOLAHAN MINYAK BUMI


1. Eksplorasi

   Adalah upaya mencari daerah yang mengandung minyak bumi dan prakiraan cadangan minyaknya, yang diperoleh dengan membuat peta topografi kemudian pera ahli menyelidiki batuannya di laboratorium yang kemudian dilakukan penyelidikan secara geofisika.

2. Eksploitasi (Pengeboran)

Yaitu kegiatan untuk mengambil minyak bumi yang berada di lepas pantai ataupun di darat yang hasilnya minyak mentah yang berwarna hitam yang mengandung senyawa hidrokarbon dengan cara pengeboran. Pengeboran dapat dilakukan di lepas pantai dan di tengah laut, bergantung pada lokasi sumber cadangan minyak.

      3. Pemisahan

Pemisahan minyak bumi dilakukan dengan cara menggunakan metode destilasi bertingkat, yang pemisahannya berdasarkan titik didihnya agar dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Minyak mentah biasanya dipanaskan ± 370˚C.

      4. Pengubahan

Untuk mengubah kualitas suatu produk fraksi minyak bumi agar komposisinya lebih meningkat dapat dengan dilakukan proses konversi. Tujuan proses tersebut adalah mengubah struktur suatu fraksi menjadi struktur fraksi yang diinginkan. Jenis-jenis proses konversi tersebut antara lain perengkahan (cracking), penyusunan ulang (reforming), alkilasi, dan cooking.

Proses Konversi

Penjelasan

Contoh

Perengkahan

Molekul besar dipecah menjadi molekul kecil

Fraksi minyak pelumas dan minyak berat diubah menjadi fraksi bensin

Penyusunan Ulang

Rantai lurus diubah strukturnya menjadi rantai bercabang

n-oktana diubah menjadi iso-oktana

Alkilasi

Molekul-molekul kecil bergabung menjadi molekul besar

Propena dan butena bergabung membentuk heptena

Cooking

Residu padat diubah menjadi fraksi gas

 


v   BAGAN PROSES PENGOLAHAN MINYAK BUMI

    v   FRAKSI-FRAKSI MINYAK BUMI                

    Jumlah atom karbon dalam rantai hidrokarbon bervariasi. Untuk dapat dipergunakan sebagai bahan bakar maka dikelompokkan menjadi beberapa fraksi atau tingkatan dengan urutan sederhana sebagai berikut :

    1. Gas

Rentang rantai karbon : C1 sampai C5

Trayek didih : 0 sampai 50°C

Peruntukan : Gas tabung, BBG, umpan proses petrokomia.

    2. Gasolin (Bensin)

Rentang rantai karbon : C6 sampai C11
Trayek didih : 50 sampai 85°C
Peruntukan : Bahan bakar motor, bahan bakar penerbangan bermesin piston, umpan proses  petrokomia

    3. Kerosin (Minyak Tanah)

Rentang rantai karbon : C12 sampai C20
Trayek didih : 85 sampai 105°C
Peruntukan : Bahan bakar motor, bahan bakar penerbangan bermesin jet, bahan bakar rumah tangga, bahan bakar industri, umpan proses petrokimia

    4. Solar

Rentang rantai karbon : C21 sampai C30
Trayek didih : 105 sampai 135°C
Peruntukan : Bahan bakar motor, bahan bakar industry

    5. Minyak Berat

Rentang rantai karbon dari C31 sampai C40
Trayek didih dari 130 sampai 300°C
Peruntukan : Minyak pelumas, lilin, umpan proses petrokimia

    6. Residu

Rentang rantai karbon diatas C40
Trayek didih diatas 300°C
Peruntukan : Bahan bakar boiler (mesin pembangkit uap panas), aspal, bahan pelapis anti bocor.


v   SKEMA PENYULINGAN FRAKSI MINYAK BUMI


v  KUALITAS BENSIN


Kualitas bahan bakar motor ditentukan oleh bilangan oktan, yaitu bilangan yang menunjukkan perbandingan pembakarannya dengan pembakaran bahan bakar standar terdiri dari n-heptana dan isooktana. Menurut perjanjian, bilangan oktan n-heptana = 0 dan bilangan oktan iso-oktana = 100.


     v  KEGUNAAN MINYAK BUMI


o     LPG (Liquefied Petroleum Gas)

  Banyak digunakan untuk berbagai keperluan diantaranya bahan bakar kendaraan   bermotor, bahan bakar kompor masak, dan bahan pendingin.

o    Bensin

   Digunakan sebagai bahan bakar kendaraan yang tidak bermesin diesel.

o    Kerosin

   Kerosin yang digunakan sebagai bahan bakar kompor disebut minyak tanah.Sedangkan untuk bahan bakar pesawat disebut avtur.

o     Minyak solar

   Digunakan sebagai bahan bakar kendaraan yang bemesin diesel.

o      Minyak Pelumas

   Mencegah karat dan mengurangi oksigen.

o    Aspal

   Digunakan untuk melapisi permukaan jalan.

o   Bahan baku pembuatan plastik


o   Bahan baku pembuatan pupuk

 

    v  DAMPAK PENGGUNAAN MINYAK BUMI

      §  Dampak partikulat → zat pencemar padat maupun cair yang terdispersi di udara              partikelnya dapat berupa debu, abu, jelaga, asap, uap, kabut, aerosol.

        §  Dampak Oksida Nitrogen (NOx) → zat yang beracun sehingga dapat menyebabkan iritasi     pada mata, hidung dan saluran pernapasan serta manimbulkan kerisakan pada paru-paru.

        §  Dampak Oksida Sulfur (SOx) → dapat menyebabkan gangguan pernapasan, pencernaan,     sakit kepala, sakit dada dan syaraf.

        §  Dampak CO →  gas CO bersifat beracun yang mengakibatkan turunnya berat janin,           menungkatkan jumlah kematian bayi, menumbulkan kerusakan otak.

        §  Dampak logam timbel → dapat menurunkan kecerdasan, menghambat pertumbuhan         mengurangi kemampuan untuk mendengar dan memahami bahasa dan menghilangkan        konsentrasi pada anak.

    § Dampak ozon → dapat merusak tanaman, berbahaya bagi kesehatan, terutama penyakit       pernapasan, seperti bronkitis dan asma.

  v  CARA MENGATASI DAMPAK PENGGUNAAN PRODUK MINYAK BUMI


ü  Memproduksi Bensin Bebas Timbel

ü  Memproduksi Bioetanol sebagai Pengganti Bensin

ü  Memproduksi Biodiesel sebagai pengganti solar

ü  Mengembangkan Mobil Listrik

ü  Mengembangkan Mobil Hibrida

 







Komentar