TERMOKIMIA
v Hukum Kekekalan Energi
Berdasarkan Hukum Kekekalan Energi,
energi tidak dapat dimusnahkan atau diciptakan. Dengan kata lain, energi alam
emesta adalah tetap sehingga energi yang terlibat dalam suatu proses kimia dan
fisika hanya merupakan perpindahan atau perubahan bentuk energi. Artinya, kita
tidak dapat membuat energi, tetapi kita dapat mengubah bentuk energi.
Sistem adalah bagian dari alam semesta yang menjadi pusat perhatian langsung dalam suatu percobaan tertentu. Ada dua jenis sistem, yaitu sistem tertutup dan sistem terbuka. Sistem tertutup adalah sistem yang penyekatnya mencegah aliran zat masuk dan keluar sistem (penyekatnya kedap), sedangkan dalam sistem terbuka dapat berubah seiring dengan berjalannya waktu. Bagian sisa dari semesta yang dapat bertukar energi dengan sistem selama proses yang diamati ini berlangsung disebut lingkungan. Sistem dan lingkungan bersama-sama membentuk semesta termodinamika untuk proses tersebut. Antara sistem dan lingkungan saling berinteraksi.
Termokimia adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari aspek energi pada reaksi kimia. Dasar Termokimia adalah Hukum
Termodinamika :
DU = Q + PDV,
Entalphi (H) adalah kalor reaksi pada sistem isobar
(tekanan tetap), menyatakan
banyaknya energi yang tersimpan dalam suatu zat atau sistem.
Reaksi termokimia
1. R. Eksoterm : reaksi yang mengeluarkan/menghasilkan
kalor, energi sistem berkurang, energi lingkungan bertambah. Sehingga DH sistem berkurang ( DH = -)
A + B à C DH = - x kJ
2. R. Endoterm : reaksi yang memerlukan/membutuhkan
kalor, energi sistem bertambah, energi lingkungan berkurang. Sehingga DH sistem bertambah( DH = +)
A + B à C DH = + x kJ
Tabel hubungan jenis reaksi, perubahan
entalphi dan kalor
|
Reaksi |
Q(Kalor) |
DH(perubahan entalphi |
|
Eksoterm |
+ |
- |
|
Endoterm |
- |
+ |
v Contoh Reaksi Endoterm
§ Mencairnya es batu
§ Penguapan air
§ Memasak telur
§ Fotosintesis
§ Kantung kompres
§ Melelehkan garam batu
§ Perubahan embun beku menjadi uap air
§ Memanggang roti
v Contoh Reaksi Eksoterm
§
Membuat
es batu
§
Lilin
menyala
§
Perkaratan
besi
§
Letusan
kembang api
§
Peledakan
bom
§
Pembakaran
kayu
§ Reaksi netralisasi asam basa
§ Respirasi
§ Pencampuran air dengan asam kuat
v Macam-macam
Perubahan Entalpi
Jenis-jenis
perubahan entalphi pembentukan standar:
1.
DHf q (Perubahan entalphi pembentukan standar)
Energi yang terlibat untuk membentuk
1 mol suatu zat dari unsur-unsurnya dalam keadaan standar.
Contoh : DHf q H2O = - 47 kJ/mol
Perubahan entalphi pembentukan standar air adalah – 47 kJ
Untuk membentuk 1 mol H2O
dari unsur-unsurnya dalam keadaan standar,
yaitu gas H2 dan gas Oksigen dilepaskan kalor sebesar 47 kJ.
Persamaan reaksi :
H2 + O2 à H2O DH = -47 kJ/mol
2.
DHdq (Perubahan entalphi penguraian standar)
Energi yang terlibat untuk menguraikan
1 mol suatu zat menjadi unsur-unsurnya dalam keadaan standar.
Contoh : DHd q H2O = + 47 kJ/mol
Perubahan entalphi penguraian standar air adalah – 47
kJ
Untuk menguraikan 1
mol H2O menjadi unsur-unsurnya dalam keadaan standar, yaitu gas H2 dan gas Oksigen
dibutuhkan kalor sebesar 47 kJ.
Persamaan reaksi :
H2O à H2 + O2 DH = + 47 kJ/mol
3.
DHcq (Perubahan entalphi pembakaran standar)
Energi yang terlibat untuk membakar
(mereaksikan dengan gas O2) 1 mol suatu zat menjadi hasil
reaksinya.
Contoh : DHc q CH4 = - 105 kJ/mol
Perubahan entalphi pembakaran standar metana adalah – 105 kJ
Untuk membakar 1 mol CH4 menjadi
hasil-hasil reaksinya pada keadaan
standar, dilepaskan kalor sebesar 105 kJ/mol
Persamaan
reaksi :
CH4
+ O2 à CO2 + H2O DH = 105 kJ/mol

Komentar
Posting Komentar